Beranda > Uncategorized > Salam dari Hong Kong

Salam dari Hong Kong

Sahabat Indonesia yang super,

yang sedang menjadikan dirinya pemenang dalam kehidupan yang penting ini.

Mudah-mudahan sapa kami dari Hong Kong ini mendapati Anda dalam kedamaian dan keceriaan bersama keluarga dan sahabat terkasih.

Marco, Audrey, Ibu Linna, dan saya – duduk di air mancur Mickey Mouse
di halaman depan Disneyland Hong Kong senja kemarin.

Terima kasih kepada para sahabat yang telah berkenan mencermati program Satu Kemenangan yang baru saja ditayangkan oleh rekan-rekan super kita di tvOne kemarin malam.

Semoga Anda menemukan pertimbangan yang bernilai bagi penepatan dan penguatan proses pembangunan kebesaran kehidupan pribadi dan keluarga Anda tercinta.

Audrey, Marco, dan Ibu Linna sedang bersama saya di Hong Kong, untuk berlibur sebentar dan memenuhi jadwal liburan pacaran Ibu Linna dan saya – yang sempat tertunda karena padatnya jadwal pelayanan yang harus kami hormati.

Sejak awal pernikahan kami, Ibu Linna dan saya mengharuskan diri kami sendiri untuk pergi berlibur hanya berdua saja, minimal setiap tiga bulan.

Kami memulai dari liburan di Puncak, Bali, Singapura, Hong Kong, sampai perjalanan keliling dunia; dan sampai sekarang masih tetap tergila-gila untuk pergi berdua makan jagung bakar di Puncak.

Bagi para sahabat yang mensyaratkan adanya anggaran, sebelum memuliakan istri dan anak-anak dengan sebuah liburan penuh kasih sayang, ini yang ingin saya sampaikan bagi pertimbangan hati baik Anda:

Kita memang harus menyusun anggaran, WALAU PUN sedang tidak memiliki uang untuk itu.

Karena, yang menjadikan anggaran (rencana belanja) itu ada uangnya, adalah karena Tuhan mengisinya dengan uang.

Dan, Tuhan mengisi sebuah anggaran dengan uang, HANYA jika kita menyusun anggaran itu.

Kesediaan untuk menyusun anggaran, walau pun belum punya uang, untuk – contohnya, meninggikan pendidikan anak-anak, memuliakan istri, dan mengindahkan kehidupan di rumah – adalah PEMBUKTIAN dari keyakinan kita BAHWA:

1. Tuhan memperhatikan kerinduan hati kita.
2. Tuhan meminta kita untuk bersikap jelas mengenai apa yang menjadi niat kita.
3. Tuhan memerintahkan kita untuk berupaya mencapai kehidupan yang lebih baik.
4. Tuhan memuliakan orang yang memuliakan keluarganya.
5. Hanya Tuhan yang memberi rezeki.

………..

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

Sebetulnya kita bekerja bukan hanya untuk diri kita.
Sebetulnya kita bekerja untuk keluarga, karena keluarga adalah jiwa-jiwa terdekat yang mendoakan keberhasilan kita. Bagi keluarga, keberhasilan kita adalah keberhasilan mereka.

Seorang rekan pernah mengeluhkan permintaan istri dan anak-anaknya untuk makan malam bersama di sebuah rumah makan (yang sederhana) karena sang ayah telah lamaaa tidak pernah hadir di keluarga dalam keprimaan perhatian dan tenaga.

Rekan saya ini adalah (dulu) seorang yang segar badan dan pikirannya saat berangkat bekerja, tetapi kembali ke rumah sebagai pria yang lesu dan malas berbicara, dan tergeletak lemah di depan televisi, dan kemudian tidur tanpa pamitan kepada keluarga.

Saya tidak dapat banyak berucap atas keluhannya itu, kecuali bertanya:

Sebetulnya Anda bekerja se-keras itu – untuk siapa?

………..

Sahabat saya yang selalu dalam perhatian penuh kasih sayang dari Tuhan,

Marilah kita selalu ingat, bahwa:

Jalan terpendek untuk memperbaiki rezeki, adalah meningkatkan kualitas kasih sayang dalam keluarga.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.

Sampai kita berjabat-tangan suatu ketika nanti.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta

.


__,_._,___

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: