Beranda > Mario Teguh, Uncategorized > Mario Teguh Super Note – ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK

Mario Teguh Super Note – ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK

Sahabat Indonesia yang super,

yang sedang bekerja keras untuk menemukan jalan terdekat dan terindah menuju kemapanan hidup yang diimpikannya, bagi kemuliaan hidupnya bersama keluarga terkasih.

Mudah-mudahan Selasa sore yang menantang ini, Anda hadapi dengan ketegasan untuk menjadi pribadi yang berperan prima dalam apa pun kualitas keadaan yang disodorkan kepada Anda.

Anda berbakat bagi keberhasilan-keberhasilan yang besar, jika Anda tegas membebaskan diri dari pekerjaan dan pergaulan yang tidak menjadikan Anda kuat dan damai.

Maka marilah kita memeriksa keterlibatan-keterlibatan kita hari ini dan esok. Apakah ada dari yang kita kerjakan, dan apakah ada kesertaan kita dengan orang lain – yang hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya – tanpa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi penguatan kehidupan kita?

Akan selalu ada orang yang kita kenal, yang tidak se-sibuk kita, yang tidak se-letih kita, dan yang tidak se-khawatir kita – tetapi yang hidupnya damai, penuh kegembiraan, sepertinya tanpa masalah, dan happy-happy saja dalam menghadapi kompleksitas dan ketidak-pastian masa depan.

Dan yang lebih mengherankan, khoq ada ya orang-orang yang tidak jujur, yang tidak malu melanggar moral, yang jelas-jelas berdusta melalui giginya, yang tidak menghormati pernikahan, … dan yang tidak jelas apa pekerjaannya, tapi … khoq kaya ya?

Hmm … memang sebagian dari kita adalah cobaan bagi kita yang lain.

‘Keberhasilan’ yang dicapai oleh banyak orang yang tidak amanah dalam pekerjaan-pekerjaan yang tidak jujur, tidak menjadikan kejujuran ketinggalan jaman.

Untuk itu, saya sertakan tulisan ringan berikut ini untuk penikmatan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling memuliakan ini.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

MARIO TEGUH SUPER NOTE
ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK

Diambil dari
Mario Teguh Golden Ways
EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN
Juni 2009

………..

Rekan-rekan Super Members dan Super Fans yang terkasih,

Marilah kita mulai perbincangan kita kali ini dengan satu pertanyaan:

Mengapakah ada orang baik yang hidupnya belum baik?

………..

Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya.

Sehingga, seseorang tidak bisa disebut sebagai orang baik, jika dia meyakini yang baik, tetapi melakukan yang tidak baik. Dia cepat menyatakan dirinya orang baik, tetapi juga cepat untuk berlaku tidak jujur saat merasa aman untuk berlaku tidak jujur.

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Yang sederhana, seharusnya sederhana juga untuk dilaksanakan, dan kemudian berhasil.

Tetapi ketidak-ikhlasan kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita lakukan – kepada Tuhan, dan ketidak-sediaan kita untuk melakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan, menghasilkan kehidupan yang seharusnya sederhana menjadi kompleks dan penuh kegentingan.

Padahal,

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Jika kita telah seutuhnya mengikhlaskan diri kepada kebaikan, maka kita akan sangat berani. Hukum kebaikan adalah melakukan yang baik dan menghindari yang buruk. Maka mengapakah ada orang yang masih ragu untuk berlaku baik, dan tidak berani menghindari yang buruk?

Janganlah mengikuti orang yang salah pikir, yang mengira bahwa dia akan mendapat kebaikan dari menghindari kebaikan dan dari melakukan keburukan.

Maka jangan sampai kita ditanya, “apakah engkau tidak berpikir?”

Jika ada orang muda yang shalih, kita harus mensyukuri bahwa dia telah mengikhlaskan dirinya kepada kebaikan saat se-muda itu, karena banyak sekali orang yang masih bernegosiasi dan meminta penundaan agar mereka tidak harus berlaku baik sekarang.

Banyak dari mereka merasa bahwa berlaku baik sekarang adalah kerugian, karena masa muda adalah masa untuk hidup dalam kebebasan, dan kebaikan hanya untuk orang yang sudah mulai menua.

Lalu, apakah kebebasan yang mereka maksud adalah kebebasan untuk tidak menjadi orang baik?

Dengan pengertian seperti itu, mereka akan bersikap dan berlaku santai, dan tidak membangun nilai pribadi yang akan menjadikan mereka pribadi yang dibayar mahal dan dihargai tinggi di masa depan.

Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita.

Nah, bagaimana jika orang yang kita sebut sebagai orang baik itu – yang hidupnya sekarang belum baik itu, adalah orang yang tadinya menelantarkan masa mudanya?

Mungkin ini penjelasannya …, bahwa rasa frustrasi-nya hari ini adalah masa penyesuaian diri bagi mereka yang baru saja menjadi orang baik.

Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya.

Sehingga,

Jika kita mengatakan yang baik, maka lakukanlah yang baik, dan hindarilah yang buruk.

Jika kita orang baik, ikhlaskanlah diri kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita kerjakan – kepada Tuhan, dan mengambil tanggung jawab penuh atas yang bisa kita kerjakan.

Janganlah berserah, tetapi masih tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan yang sudah kita serahkan kepada Tuhan.

Janganlah juga berani, tetapi mengandalkan kekuatan kepada yang selain Tuhan.

Kita, orang-orang yang baik ini, adalah orang yang meyakini bahwa tidak akan ada yang terjadi, tanpa ijin dari Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya pemilik kekuatan. Sehingga, jika ada sesuatu terlaksana dengan kekuatan, itu pasti terlaksana karena ijin Tuhan.

Maka marilah kita mengikhlaskan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Kerjakanlah apa yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya niat dan dengan sebaik-baiknya cara.

Yang kita lakukan bisa saja tidak tepat, kecil, atau tidak bernilai bagi orang lain; tetapi Tuhan sangat berwenang untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil – melalui apa pun yang kita kerjakan.

Hanya kebaikan yang membaikkan.

Maka marilah kita meyakini yang baik, dan hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Dan ketahuilah, bahwa anggukan kecil di hati itu, adalah tanda dari kesungguhan Anda, yang mengundang senyum Tuhan untuk merahmati kebaikan dalam keyakinan dan dalam pekerjaan Anda.

………..

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Itu dulu ya?

Mudah-mudahan kebaikan yang bergema di hati Anda saat membaca hal-hal yang baik, adalah kebaikan yang mencukupkan alasan bagi Tuhan untuk menganugerahi Anda dengan kesehatan yang prima, dengan kelapangan yang mendamaikan, dengan kesejahteraan yang menguatkan, dan dengan kebijakan yang membahagiakan – bagi Anda dan keluarga terkasih.

Tidak ada niat Tuhan kecuali untuk melihat kita hidup dalam keindahan dari kebaikan.

Maka marilah kita belajar untuk lebih menurut.

Sampai kita bertemu nanti ya?

Terima kasih, dan salam sayang dari Ibu Linna dan saya untuk keluarga Anda tercinta.

Devoted to you, as always,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta

__._,_.___
se

.


__,_._,___

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: