Beranda > Mario Teguh > MTSuperClub Super Post – MENDENGAR SUARA HATI

MTSuperClub Super Post – MENDENGAR SUARA HATI

Sahabat Indonesia yang super,

Mudah-mudahan sapa saya di penghujung malam Minggu yang indah ini, mendapati Anda dalam kesehatan dan kegembiraan bersama keluarga dan kerabat Anda terkasih.

Berikut adalah tulisan super dari Pak Frans Albert Siman, yang menuliskan kompilasi dari buah pikirannya bersama beberapa pointers saya, dalam sebuah posting di Milist MTSuperClub – pada tanggal 4 Desember 2008, yang saya tata ulang untuk penikmatan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling memuliakan ini.

Pak Frans adalah sahabat yang sangat dekat di hati kami, dan sudah sering menuliskan buah pikiran beliau yang cantik dan kuat di Milist MTSC.

Jika saya menemukan tulisan Anda yang super, seperti yang dicontohkan oleh Pak Frans Albert ini, saya akan sangat berbahagia untuk menampilkannya sebagai sebuah MTSuperClub Super Post di ruang keluarga MTSC ini, yang juga berarti malam ini disampaikan kepada 982,295 Super Fans di seluruh dunia.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

Loving you all as always,

Mario Teguh

………..

MTSuperClub Super Post
MENDENGAR SUARA HATI
by FRANS ALBERT SIMAN

………..

Dearest Pak Mario dan Ibu Linna yang baik,
Dear Sahabat-sahabat yang damai,

Di hari yang berbahagia ini, saya mendoakan semoga sahabat semua diberikan kedamaian dalam mendengarkan suara hati yang terkadang menangis dalam penyerahan, menjerit dalam kesendirian, dan mengetuk dalam penantian.

Kita melihat dengan pikiran kita, dan mendengar dengan hati kita.

Karenanya,

Saat kita tidak mampu lagi berpikir, atau saat kita tidak lagi mempercayai pikiran kita, atau saat berpikir pun tidak akan ada gunanya…

hati adalah satu-satunya pintu bagi datangnya pengertian yang langkah-langkahnya bisa mengambang dan terseret, atau yang berdentam dengan irama yang memperburuk degup ketakutan jantung kita, …

yang dengan cara-cara yang misterius membuat kita ‘mendengar’ kata-kata penunjuk kepada jalan setapak yang ternyata telah lama berbaring di depan pintu penyelesaian masalah-masalah kita.

Dengannya,

Hati adalah juga pembuka jalan.
tetapi bagi dia yang menolak untuk mendengar arti –
adalah alasan untuk mengakhiri upaya untuk tetap bertahan.

Karena, hati yang menolak mendengar arti akan menjadi sebuah jalan luas di tengah tanah lapang – tetapi yang terlihat buntu.

Maka,

Anda yang berpikiran baik lah, yang akan melihat kebaikan.
Dan Anda yang berhati baik lah yang akan mendengar kebaikan.

Dan perhatikanlah,

Jika kebaikan adalah yang Anda tuju, maka kebaikan lah yang harus menjadi jalan Anda.

(Mario Teguh)

Telah lama saya tidak terlalu memperdulikan apakah yang dinamakan sebagai suara hati, di mana suara hati itu tinggal, bagaimana halusnya suara hati itu berbicara, dan kapan suara hati itu membuka bibirnya. Apakah ini berarti suara hati saya telah mati terpendam?

Suara hati sering mengingatkan ketika kita dalam bahaya, dan menuntun ketika kita tersesat.
Suara hati sering mengangguk ketika kita berbuat baik, dan menegur ketika kita berbuat salah.
Suara hati sering tersenyum ketika kita berhasil, dan membesarkan ketika kita gagal.
Suara hati sering berbangga ketika kita berani, dan menguatkan ketika kita takut.
Suara hati sering bersorak ketika kita bahagia, dan menghibur ketika kita sedih.

Tidakkah kita merasakan tidak ada hal-hal salah dan jahat yang telah diperbuat suara hati, namun mengapa kita tidak berusaha untuk menyambutnya tatkala ia datang mengetuk?

Adalah Kesibukan, Ketidak-pedulian, Kesombongan, dan Kejahatan yang dapat menenggelamkan suara hati kita, sehingga tidak lagi terdengar.

Namun yang patut disyukuri, ternyata suara hati ini tidak pernah mati, ia hanya sedang bungkam tatkala kita berpura-pura tidak mendengar apa yang ia katakan padamu. Ia akan selalu ada di sana, di dalam dirimu, untuk terus menunggu hingga kau membuka diri untuk mendengarkannya.

Perasaan damai bersama diri sendiri datang dari kejujuran kepada diri sendiri.

Tidak sedikit orang yang hidup dalam pengingkaran terhadap kerinduan asli hati mereka –
mengenai keleluasaan dan kebesaran hidup yang sebetulnya mereka inginkan.

Lalu dalam upaya untuk menenangkan diri, mereka bernegosiasi dengan hati mereka sendiri –
dengan harapan mereka bisa membuat hati mereka sendiri lupa mengenai hak atas keberhasilan mereka.

Sadarilah,

Hormat kepada diri sendiri adalah pembentuk keberanian pribadi yang sebenarnya.

Orang yang tidak jujur – ternyata – juga TIDAK menghormati orang yang tidak jujur.

Itulah sebabnya,

Berhati-hatilah dalam berbicara dengan diri Anda sendiri – karena ia mungkin bisa salah mengerti.

Hati yang merasa terperdaya akan menjadi suara pertama yang meragukan kesungguhan Anda.

Karena hanya,

Hati yang jujur menghasilkan tindakan-tindakan yang jujur.

Sehingga,

Hati Anda tidak mungkin mengharapkan selain kekayaan yang dalam keutuhannya tercerminkan senyum dari Tuhan Yang Maha Memberkati.

(Mario Teguh – Honesty is such a Lonely Word)

Undanglah suarahati Anda untuk keluar dari kebungkamannya, untuk kembali menyambut kita dalam kebersamaan yang membahagiakan.

Janganlah mendidik suara hati Anda untuk tidak mempercayai diri Anda sendiri.
Dengannya kehidupan kita akan terasa lebih ramah dan bernilai terhadap kehadiran kita.

Jiwa yang damai adalah kekayaan yang utuh, yang menjadi sandaran bagi semua kekayaan.

(Mario Teguh – Weekend Note : Mengapa Sulit Bagimu untuk Merasa Damai)

Hanya orang yang berhati damai dan berpikiran jernih dengan penuh rasa syukur, yang dapat mendengar dentingan suara hatinya.

Dan dengan terdengarnya suara hati, kita akan mendengar dan melihat petunjuk-petunjuk dari Tuhan Yang Maha Menunjukkan.

Di dalamnya kita akan diperkenankan melihat dan merasakan keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.

Seseorang dengan hati yang kering dan retak-retak tidak akan bisa menghayati keindahan dari puisi yang dibacanya,
karena
seseorang yang mengenali keindahan sebuah puisi –
sedang sebetulnya mengenali keindahan yang ada di dalam hatinya sendiri –
melalui pilihan kata-kata yang peka dan cerdas dari penulis puisi itu.

(Mario Teguh – Poetry in Motion)

Maka,

Katakanlah ….

Oh jiwaku, jadilah penguat bagiku.
Jadikanlah aku penguasa hidupku,
walaupun aku sekecil-kecilnya penguasa.
Bila jiwaku kuat,
aku akan menari di atas ombak kehidupan.
Tetapi jika jiwaku lemah,
ombak kehidupan akan menari di atas ku.
Maka aku akan jadikan jiwaku kuat,
agar jiwaku menjadikan aku kuat.
Karena aku dan jiwaku adalah satu.

(Mario Teguh – I will Survive)

Semoga tulisan ini dapat memberikan kedamaian dalam mendengarkan suara hati yang telah rindu untuk bersatu.

Salam Super…..

Frans Albert Siman, SM 097
Business Analyst | MTSuperClub | 0811-888-326 | Business Process | Jakarta Utara
(Hal Terindah yang melebihi Hasil Pencapaian adalah Proses Pencapaian itu sendiri – by Mario Teguh)

Kategori:Mario Teguh
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: